Mungkinkah Orang Beken “Kelaparan??”
April 29, 2008
Bradley Bussetto mengatakan saat ini lebih dari 850 juta orang di dunia menderita kelaparan kronis, 820 juta diantaranya tinggal di negara berkembang.(termasuk Indonesia).
Apa yang ada dalam benak kita setelah mengetahui result tersebut?
Prihatinkah?
Atau acuhkah?
Dari 820 juta jiwa yang menderita kelaparan, tentunya berbagai usia dan profesi di dalamnya. Terutama pada anak-anak. Bahkan ditegaskan lagi bahwa lebih dari 40 persennya diemban oleh anak-anak. Tak heran kalau anak-anak menjadi sasaran empuk bagi penyakit yang dikarenakan kekurangan gizi makanan yang diperlukan dalam tubuh ini. Sistim kekebalan tubuh yang masih belum terfondasi tak mampu menghadang daya tahan tubuh terhadap kekurangan gizi, tubuh mereka yang mungil masih memerlukan metabolisme yang sempurna, nah itulah yang harus kita garisbawahi, berasal dari manakah asal energinya?
Pola makanan yang sehat menjadi jawabanya. Tak mudah mengkonsumsi makanan yang sudah menjadi lafadz “5 Sehat 6 Sempurna” bagi kalangan yang ekonominya menengah ke bawah. Seperti yang disebutkan diatas, sebagian besar diderita oleh negara berkembang, secara negara tersebut masih labil perekonomian, dan Indonesia adalah salah satu dari negara tersebut. Swecara negara khatulistiwa ini mampu menyumbang daftar nama para penyakit kelaparan di jajaran dunia. Hebat juga ya negara kita? Mampou bersaing dengan negara lain dalam konteks hal ini.
Beralih pola makanan, kita soroti sedikit tentang profesi yang mampu diserang oleh penyakit kronis tersebut, sebagian besar adalah para pekerja kasar yang hanya mengais keuntungan dari otot saja, seperti tukang Becak, kuli bangunan, dsb. Jelas sudahlah kalau penyakit ini hanya mampu menyerang pada keluarga yan kurang mampu? Alasan tak mampu membeli makanan yang mengandung gizi cukup karena mahalnya bahan makanan menjadi alasan prioritas bagi mereka, makanya tak heran kalau penyakit ini disebut sebagai penyakit bagi kalangan miskin.
“Buat beli makanan nasi dan lauk tahu tempe saja sudah untung”
Ungkapan itu sering mereka lontarkan, memang itulah yang terjadi bagi mereka. apakah pola makanan mereka sudah memenuhikaha kalau dalam kesehatan tubuh? Iya kalau mereka bisa makan 3 kali dalam sehari? Lah kalau tidak? Malah makin parahkan?
Ada satu pemikiran konyol dalam benakku. Yaitu mungkinkah bagi mereka yang berduit terkena imbasnya juga? Seperti orang beken atau artis. Apakaha tak mungkin dari ratusan juta penderita di dunia itu satu diantaranya adalah mereka?
Rasanya sangat konyol jikalau difikir oleh akal sehat, namun hal itu bisa saja terjadi, ingat!!bahwa pola makananan yang modern tak baik dalam tubuh kita, bukanah itu yang mereka konsumsi, memang secara implicit mereka tak langsung menderita penyakit tersebut dengam langsung blak-blakan. Namun mereka tanpa sadar menabung penyakit itu dalam deposit tubuhnya. Huft, kalau ceritanya begini, sama saja bahwa kelaparan mampu bersarang pada siapapun, di manapun, dan kapan pun.
Entry Filed under: Kelaparan, beken. Tag: Biasanya Kelaparan akan diderita pada kalangan kebawah?.


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed